Posted by : Unknown
Senin, 02 Desember 2013
Ok. Saat ini kita akan membahas tentang internet sehat.
Langsung saja kita simak.
Memaknai internet sehat,
hendaklah ditafsirkan berdasarkan kemanfaatanNya. Jika kemanfaatan
internet bagi kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat di nilai
positif dan produktif, maka bisa disebutlah itu internet sehat.
Sebaliknya, apabila internet bernilai buruk dan berdampak merugikan
maka disebut internet tidak sehat, atau internet yang salah guna!
Pepatah mengatakan:
“Sebaik‐baik martabat seseorang di masyarakat adalah seseorang
yang bermanfaat bagi lingkungan warga sekitarnya”.
Makna
tersebut didasarkan pada nilai‐nilai dasar manusia yang biasanya
bersumber dari moralitas, spiritualitas, bahkan agama. Oleh karena itu,
memanfaatkan internet secara benar, atau sering disebut ber‐internet
sehat, sangatlah penting. Seperti narkoba, penyalahgunaan akan
menyebabkan over dosis. Tetapi ditangan dokter ahli bedah dan
dosis yang tepat, heroin dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa
sakit pada tindakan mengoperasi seorang pasien. Demikianlah internet,
memang tidak kurang bahayanya, jika disalah-gunakan atau untuk akses
secara berlebihan. Penyalahgunaan internet dapat merusak sendi kehidupan
social budaya. Sebaliknya, penggunaan internet sehat secara tepat akan membawa kejayaan bangsa kita juga.
Sama seperti teknologi lain, komputer dan internet adalah sebuah
teknologi yang netral. Sejauh mana pemanfaatan dan dampaknya, tergantung
siapa yang memakai dan untuk tujuan apa. Kejahatan menggunakan
perangkat teknologi, termasuk memanfaatkan internet saat ini, memang
kian marak. Fenomene kekerasan, pornografi, kriminalitas maya atau cyber
crime, muncul dimana‐mana, mudah diakses dan ditiru secara pribadi.
Dalam ruang yang nyaris privat, di rumah, kantor atau warnet tanpa
intervensi masyarakat atau penegak hukum, sehingga semua dapat terjadi.
Apalagi, jika benteng moralitas tidak kokoh, serta aturan hukum dunia
maya belum ada, sehingga menjadi faktor kendala. Kalau demikian, apakah
kita harus menghindari kontak dengan dunia maya? Atau dengan cara
membangun aparat penegakan hukum dan perangkat hukum, sehingga
mengintervensi jauh ke bidang kebebasan pribadi!. Misal, karena alasan
pencegahan pornografi, maka aparat boleh bebas memasuki kawasan pribadi,
menyita komputer, dan peranti lunak, bahkan telepon genggam dan
menindak pelaku. Lantas, siapakah yang bertanggung jawab mewujudkan internet sehat?.
Jawabannya, tentu kita pikul bersama. Pemerintah sebagai regulator,
penyedia internet seperti ISP dan warnet, penyedia konten internet,
komunitas internet, lembaga komersial, organisasi maupun kita dan
keluarga sebagai pemakai akhir internet, kesemuanya ikut
bertanggungjawab mewujudkan internet sehat. Hanya saja, internet sehat secara bertahap dapat dimulai dari kita sendiri dan lingkungan sekitar kita dengan menerapkan tertib aturan ber‐Internet Sehat
sejak kini. Keluarga dapat menerapkan software internet filter agar
hanya masuk ke situs‐situs yang positif, pengaturan waktu
internet dan diskusi secara terbuka dengan ayah, ibu, abang, kakak,
kerabat, dan teman tentang internet sehat.
PENGENALAN INTERNET
Anak‐anak
usia 5 – 12 tahun (murid TK –SD), cukup diperkenalkan internet,
kelebihan dan kekurangan, serta manfaat naik dan buruk. Disarankan dalam
pengenalan internet kepada murid TK – SD, orang tua atau guru selalu
mendampingi. Hal ini mengingat bahaya yang ditimbulkan internet, atau
bahaya akses internet yang menjolak akibat mengikuti keinginan anak.
Untuk anak‐anak usia balita, diasumsikan belum dapat membaca.
Sehingga direkomendasikan agar mereka lebih mengenal computer
“stand alone” sebelum menjelejeh internet. "Batasi penggunaan internet, dan libatkan anak-anak pada kegiatan lain seperti olahraga"
Kalangan remaja, berusia antara 12 – 18 tahun (murid SLTP – SLTA),
adalah saat mereka menunjukan kreaktivitas dan minat. Upaya eksplorisasi
besar‐besran terhadap dunia luar diluar keluarga akan dominan
dilakukan. Bimbingan orang tua masih di perlukan, tetapi metode yang
disarankan adalah diskusi dan dialog tentang segala hal terkait
internet. Nilai moral, kebaikan dan keburukan dari manfaat
internet, kegunaan internet untuk menyelesaikan Pekerjaan Rumah,
tugas kuliah dan seterusnya. Komunikasi email, chatting, dibatasi untuk
hal yang perlu dan merupakan kebutuhan pokok. Hindarkan pemakaian
internet sekedar melampiaskan keinginan belaka. Ekploitasi topic seks,
akan menjadi hal yang menarik dan mulai pada tahap ini. Dalam massa
puberitas, remaja perlu mendapatkan arahan dan pendampingan yang tepat,
agar tidak terjerumus kedalam kesengsaraan. Lazimnya, remaja yang sedang
menggebu‐gebu keinginan dan hasratnya, bertemu dengan internet yang
menjanjikan serta menyediakan informasi segala hal. Kedua unsur ina,
akan menjadi suatu campuran menarik dan ibarat mesiu, akan mudah
meledak!.
Menginjak
usia dewasa, 18 tahun ke atas, seharusnya remaja akan berkembang
menjadi seorang manusia yang diharapkan akan mampu mandiri. Apapun
yang akan dilakukan di internet, adalah merupakan tanggung jawab pribadi
seorang dewasa. Sehingga ketika terjadi pelanggaran atau kejahatan
didunia maya, kemudian dihadapkan pada upaya hukum, mereka harus siap
menanggung akibatnya. Namun kenyataan berbicara lain. Pada usia ini,
biasanya mereka baru akan memulai terjun ke masyarakat, berbekal
segudang teori untuk melihat kenyataan hidup. Ada kesenjangan yang
tinggi antara dunia teori dan kenyataan. Bukan hal mustahil, jika mereka
menjadi gamang dan salah melangkah. Mereka perlu waktu menjejakkan kaki
dibumi, dari dunia angan‐angan dan teori dikampus. Dalam kesempatan
itulah internet menyediakan bagi mereka: lapangan pekerjaan, kuliah
online ilmu computer, tantangan petualangan dan berbagi isu atau topic
lain. Kerjasama dalam komunitas dari sesama pemilik hobi, minat atau
bakat yang sama, akan memudahkan mereka untuk saling membantu dan
membimbing secara terarah dan positif. Komunitas remaja dapat
dikembangkan, untuk tujuan menjembatani kesengajaan dunia teori dengan
bekal memasuki lapangan nyata dimasyarakat. Secara informal, orang tua
dan kalangan yang lebih dewasa diharapkan berperan dan memberikan
pendampingan, agar arah dan tujuan yang diharapkan tercapai.